~proposal: zakat harta orang yang tidak cakap bertindak~

DI TULIS OLEH: ROHANA SHI

BAB 1

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Kewajiban zakat dalam Islam memiliki makna yang sangat fundamental. Selain berkaitan erat dengan aspek-aspek ketuhanan (transcendental), juga ekonomi dan sosial. Di antara aspek-aspek ketuhanan yang disebutkan dalam Al-Quran adalah banyaknya ayat-ayat yang menyebutkan masalah zakat, di antaranya 27 ayat yang diiringi kewajiban zakat dengan kewajiban shalat secara bersamaan[1].Bahkan Rasulullah pun menempatkan zakat sebagai salah satu pilar utama dalam menegakkan agama Islam.[2]

Sedangkan dari aspek keadilan sosial (al-‘adalah al-ijtima’iyyah), perintah zakat dapat dipahami sebagai satu kesatuan sistem yang tak terpisahkan dalam pencapaian kesejahteraan sosial-ekonomi dan kemasyarakatan. Zakat diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan pendapatan antara orang kaya dan miskin. Di samping itu, zakat juga diharapkan dapat meningkatkan atau menumbuhkan perekonomian , baik pada level individu maupun pada level sosial masyarakat.

Oleh yang demikian, sepatutnya tidak ada orang Islam yang mati kelaparan, karena di dalam Islam telah ada sumber keuangan yang mencukupi bagi mengatasi kemiskinan. Sumber yang dimaksud itu ialah zakat, sama ada yang fardhu begitu juga yang sunat. Tetapi, karena masih ramai umat Islam yang enggan atau tidak mengerti bagaimana mengeluarkan zakat, juga karena pengurusan yang tidak sempurna, maka potensi besar dari zakat seakan-akan belum mencapai tujuan idealnya. Maka, diharapkan kepada setiap muslim supaya sadar bahwa zakat adalah kewajiban yang tidak boleh diremehkan, ia mesti dikeluarkan jika sudah mencukupi syarat-syaratnya. Sebagaimana dalam firman Allah yang disebutkan dalam Al-Quran :

 

Artinya : “ Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), supaya     dengannya engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak Yang buruk); dan doakanlah untuk mereka, kerana Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui”.[3]

 

Sehubungan itu, Allah S.W.T telah menjadikan zakat sebagai salah satu asas agama-Nya. Betapa besar ancaman Allah kepada orang yang enggan mengeluarkan zakat yang wajib. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran : 

Artinya : “Wahai orang-orang Yang beriman! Sesungguhnya banyak di antara pendita-pendita dan Ahli-ahli ugama (Yahudi dan Nasrani) memakan harta orang ramai dengan cara yang salah, dan mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah (ugama Islam). dan (ingatlah) orang-orang Yang menyimpan emas dan perak serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah, maka khabarkanlah kepada mereka dengan (balasan) azab seksa Yang tidak terperi sakitnya”.[4]

             Berdasarkan ayat  di atas , yang di maksudkan dengan “menafkahkan di jalan Allah” ialah mengeluarkan bagian zakatnya[5]. Maka tidak alasan bagi orang yang mampu mengeluarkan zakat untuk tidak mengeluarkannya dengan semestinya. Zakat itu bukan hanya sekadar pembersih harta benda yang kita punyai, tetapi ia juga mengandung rahasia yang dapat menambah lebih banyak lagi jumlah harta yang di zakati itu. Bahkan dipandang dari segi sosial, zakat adalah bantuan dan sumbangan untuk meringankan beban para fakir miskin yang memerlukan bantuan dari orang-orang yang kaya.

Kewajiban zakat pada dasarnya bukan hanya diwajibkan terhadap orang yang sudah baligh (dewasa) atau orang yang sehat pikirannya. Akan tetapi, zakat juga diwajibkan terhadap mereka yang masih anak-anak dan orang gila. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib yang diterima dari ayahnya, ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah Saw  bersabda:

 

ألامن ولي يتماله مال فليتجرله فيه ولايتركه فتكله الصدقة[6]

Artinya: “Ingatlah, siapa yang mengasuh seorang anak yatim yang memiliki kekayaan,  maka ia harus memperdagangkannya, jangan dibiarkan saja agar tidak dimakan oleh zakat[7].

 

Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa anak yatim sama halnya dengan orang yang masih kecil serta orang gila. Karena mereka sama-sama di bawah pengampuan  orang lain (wali). Ini berarti, orang gila serta anak kecil juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat sebagaimana halnya anak yatim. Di mana harta yang telah sampai nisabnya dikeluarkan oleh walinya.

            Namun demikian, kenyataan pada saat sekarang ini, betapa banyak anak-anak serta orang yang tidak sehat pikirannya (gila) yang tidak menunaikan zakat. Sedangkan  mereka mempunyai harta yang sampai nisab serta haulnya untuk mengeluarkan zakat. Bahkan harta mereka lebih banyak dibandingkan harta orang tuanya. Sebahagian orang beranggapan bahwa mereka tidak wajib untuk menunaikan zakat, dengan alasan mereka masih anak-anak atau orang gila, yang tidak diwajibkan pada mereka akan zakat. Dan ada juga yang beranggapan bahwa kewajiban zakat sama halnya dengan kewajiban shalat. Di mana anak-anak atau orang gila tidak diwajibkan mengeluarkan zakat. Maka dari itu perlu kita ketahui bagaimana Islam memandang terhadap harta mereka. 

Uraian di atas telah penulis lihat dan kaji di beberapa buku dan karya ilmiah yang lain. Ternyata belum ada yang membahas tentang hal ini serta penulis yakin permasalahan ini merupakan persoalan yang kontemporer dan menarik untuk dikaji dan dibahas secara mendalam untuk masa sekarang, diharapkan menjadi pedoman hukum untuk masa-masa yang akan datang. Dari hal dan permasalahan yang terjadi seperti uraian di atas maka membuat penulis merasa sangat tertarik untuk meneliti dan memaparkan serta menelaah lebih lanjut untuk menciptakan sebuah karya ilmiyah yang berbentuk skripsi tentang zakat harta orang yang tidak cakap bertindak

 

B.     Rumusan Masalah

      Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah:

1.            Bagaimanakah yang dikatakan dengan  orang yang tidak cakap bertindak?

2.            Bagaimana pendapat ahli fiqh tentang hukum mengeluarkan zakat harta orang yang tidak cakap bertindak?

3.            Siapa yang bertanggungjawab untuk mengeluarkan zakat harta bagi orang yang tidak cakap bertindak?

 

C.    Tujuan Penelitian

Dalam melakukan sesuatu perbuatan tentunya ada suatu tujuan yang ingin dicapai, demikian juga halnya dengan penelitian ini , mempunyai tujuan sebagai berikut:

1.            Untuk mengetahui bagaimana  yang dikatakan orang yang tidak cakap bertindak

2.            Untuk mengetahui bagaimana hukum mengeluarkan zakat harta terhadap  orang yang tidak cakap bertindak.

3.            Untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab untuk mengeluarkan zakat harta bagi orang yang tidak cakap bertindak.

 

D.    Penjelasan Istilah

Untuk menghindari kekeliruan dan kesalah fahaman di dalam mengikuti pembahasan skripsi ini, maka perlu diperjelas kata-kata istilah yang terdapat pada judul skripsi ini, istilah yang memerlukan penjelasan adalah sebagai berikut:

a.  Zakat

Menurut bahasa, zakat berarti kesuburan, kesucian dan keberkahan.[8] Menurut kamus Dewan Malaysia, zakat adalah rukun Islam yang keempat yang mewajibkan seorang Islam mengeluarkan sebagian dari pada hartanya kepada orang yang berhak menerimanya menyangkut syarat-syarat tertentu.[9]

Dari segi istilah fiqih : zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah yang diserahkan kepada orang-orang yang berhak.[10] Sedangkan menurut syara’, zakat berarti pemberian yang wajib diberikan dari sekumpulan harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukuran tertentu, kepada golongan tertentu yang berhak menerimanya.[11]

Dari pengertian-pengertian di atas dapat kita pahami bahwa , zakat adalah ibadah fardhu yang wajib atas setiap muslim melalui harta benda dengan syarat-syarat tertentu. Zakat adalah ibadah fardhu yang setaraf dengan shalat fardhu, karena ia adalah  salah satu rukun dari rukun-rukun Islam yang lima , berdasarkan dalil Al-Quran dan Sunnah dan Ijma’.

 

b. Orang yang Tidak Cakap Bertindak

       A.d.1  Anak Kecil

               Menurut bahasa (lughah) , anak berarti keturunan yang kedua[12], dan kecil  yang berarti kurang besar dari pada yang biasa[13], muda belum dewasa (anak yang masih kecil) atau manusia yang masih dalam kandungan atau yang baru lahir.

A.d.2  Orang gila

         Dalam arti khusus , orang bermakna manusia , dan gila berarti sakit ingatan (kurang beres ingatannya) , sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal), berbuat yang  bukan-bukan, tidak sehat/tidak waras pikirannya (otaknya terganggu),[14] atau orang (anak) yang di bawah pengampuan. Jadi orang gila adalah orang sakit jiwa atau orang sakit ingatan.

                          

            Berdasarkan pengertian di atas maka yang penulis maksud dengan orang yang tidak cakap bertindak adalah orang-orang yang  tidak dapat melakukan suatu tindakan dengan sendirinya atau orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan, baik karena  ia masih kecil atau karena pikirannya yang tidak sehat.

           

E.     Metode Penelitian

Pada prinsipnya setiap penulisan karya ilmiah selalu memerlukan data yang tetap dan objektif serta mempunyai metode dan tatacara tertentu sesuai dengan permasalahan yang ingin dibahas. Untuk menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode dengan menafsirkan data yang ada tentang suatu yang dialami, suatu hubungan, kegiatan pandangan dan sikap yang nampak, atau tentang sesuatu proses yang sedang berlangsung, pengaruh yang sedang berjalan, kelainan yang sedang muncul, pertentangan yang runcing, dan sebagainya.

Berdasarkan objek kajian pada tesis ini, maka secara metodogis pembahasannya menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi melalui kitab-kitab, buku-buku, majalah, dan artikel-artikel yang mempunyai relevansi dengan judul skripsi ini.

Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui bahan-bahan pustaka. Dalam penelitian ini dan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu : 

  1. Data Primer
  2. Data Sekunder

 Bahan pustaka yang menjadi rujukan primer dalam penelitian adalah kitab-kitab yang dari Dr.Yusuf Al-Qaradhawi, antara lain Kitab Imam Al-Ghazali, Kitab Mazhab Syafi’I dan kitab Bidayatul Mujtahid. Adapun rujukan sekunder adalah beberapa buku yang fokus kajiannya mengenai permasalahan zakat harta anak kecil dan orang gila dan juga bahan pustaka lain yang berkaitan dengan zakat harta anak kecil dan orang gila.

Berbagai buku tersebut antara lain : Fqhus Sunnah : Kitaab Az-Zakaah dan Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq,  Fikih Tujuh Mazhab karya Mahmud Syaltut, Fiqih Lima Mazhab karya Muhammad Jawad Mughniyah, Pedoman Zakat karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dan 124 Tanya Jawab Masalah Zakat karya Dr.Amir Said Az-Zibari. Selain buku yang disebutkan tersebut, penulis juga menggunakan buku-buku yang lainnya yang bisa dijadikan sebagai sumber acuan yang terkait dengan pembahasan skripsi ini.

Maka, pedoman dalam teknik penulisan skripsi ini adalah mengikuti ketentuan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah dan Transliterasi Arab Latin IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh tahun 2004

 

F.     Kajian Kepustakaan      

Zakat merupakan ibadah maliyah ijtima’iyyah (ibadah yang berkaitan dengan ekonomi keuangan dan kemasyarakatan) dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang mempunyai status  dan fungsi yang penting dalam syari’at Islam. Tujuan utama diwajibkan zakat adalah untuk memecahkan problem kemiskinan, meratakan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan umat dan negara. Dan tujuan ini tidak akan tercapai apabila pelaksanaan kutipan zakat tidak memandang akan harta anak kecil dan orang gila sebagai harta yang wajib di keluarkan zakat.

Penulis banyak menemukan literatur yang berkaitan langsung dengan pokok masalah terkait. Baik itu berupa buku-buku ilmiah, artikel dan lain sebagainya. Untuk pembahasan yang berkaitan dengan zakat harta orang yang tidak cakap bertindak, penulis menemukan diantaranya buku yang berjudul Fiqhuz Zakat, Hukum Zakat, dan Fatwa-Fatwa Kontemporer, ketiganya merupakan karya dari Dr.Yusuf Al-Qaradhawi. Ketiga buku ini fokus kajiannya berkisar pada pendapat para ulama’  tentang wajibnya zakat pada kekayaan anak kecil dan orang gila. Selain itu buku yang berjudul Fiqhus Sunnah : Kitaab Az-Zakaah dan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Dalam buku tersebut dibahas tentang zakat harta milik anak kecil dan orang gila dengan mengeluarkan hadits-hadits baik dari hadits dha’if maupun yang tidak dha’if.

Selain itu penulis juga menelaah buku yang berjudul Kitab Fikah Mazhab Syafie karya Dr.Mustofa Al-Khin, Dr.Mustofa Al-Bugho dan Ali Asy-Syarbaji dan kitab dari Imam Al-Ghazali yang berjudul Rahsia Puasa dan Zakat. Dalam buku tersebut dijelaskan tentang kewajiban mengeluarkan zakat harta milik anak kecil dan orang gila berdasarkan hujah mereka tersendiri. Selanjutnya buku karya Muhammad Jawad Mughniyah yang berjudul Fiqih Lima Mazhab dan karya Mahmud Syaltut yang berjudul Fikih Tujuh Mazhab. Buku tersebut dijelaskan tentang pendapat para ahli fikih baik berupa percanggahan pendapat dan juga persetujuan pendapat  akan hukum mengeluarkan zakat dariharta anak kecil dan orang gila. Begitu juga dengan kitab yang berjudul Pedoman Zakat karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dan Bidaayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd. Buku ini juga dijelaskan tentang perselisihan para ulama tentang akan kewajiban zakat atas anak kecil dan orang gila.

 Selanjutnya, buku yang berjudul 124 Tanya Jawab Masalah Zakat karya Dr.Amir Said Az-Zibari. Dalam buku tersebut dijelaskan atau menjawab segala persoalan yang timbul, termasuk juga akan permasalahan dari hukum mengeluarkan zakat harta anak kecil dan orang gila. Dan merujuk juga pada tesis Masrur yang berjudul  Pengelolaan Zakat Dalam Perspektif Madhhab Syafi’I Dan Undang-Undamg RI No.38 Tahun 1999, Pascasarjana IAIN Ar-Raniry, 2009.

Dapat disimpulkan bahwasanya tidak satu pun yang fokus kajiannya membahas secara detail tentang zakat harta anak kecil dan orang gila, akan tetapi hanya dibahas secara sekilas dalam sub-sub tertentu. Oleh karena itu, faktor fokus kajian tersebut di atas yang menjadi perbedaan penyusunan skripsi ini dengan buku-buku tersebut yaitu mengenai pembahasan tentang “Zakat Harta Orang Yang Tidak Cakap Bertindak”.

 

G.    Sistematika Pembahasan

Untuk memudahkan pembaca dalam memahami skripsi ini maka penulis menentukan sistematika sebagai berikut :

Bab satu merupakan bab pendahuluan yang didalamnya membahas tentang latar belakang masalah , rumusan masalah , tujuan penelitian , penjelasan istilah , metode penelitian , kajian kepustakaan dan sistematika pembahasan.

Bab dua merupakan bab teoritis , yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengadakan penelitian. Bab ini membahas tentang , zakat menurut perspektif Islam yang meliputi : pengertian zakat dan pembahagiannya , hikmah mengeluarkan zakat , syarat dan kewajiban mengeluarkan zakat , dan perintah zakat dalam agama-agama terdahulu.

Bab tiga merupakan bab inti pembahasan , dalam bab ini penulis menguraikan tentang , zakat harta orang yang tidak cakap bertindak yang meliputi : pengertian zakat harta orang yang tidak cakap bertindak, dalil-dalil yang mewajibkan zakat terhadap orang yang tidak cakap bertindak, pendapat ahli fiqih tentang wajibnya zakat pada kekayaan anak kecil dan orang gila dan orang yang bertanggungjawab untuk mengeluarkan zakat harta bagi orang yang tidak cakap bertindak.

Bab empat merupakan bab penutup sebagaimana lazimnya di kemukakan kesimpulan dan saran-saran yang dianggap perlu untuk kelengkapan pembahasan makalah ini

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 Abdul Al-Hamid Mahmud Al-Ba’ly , Ekonomi Zakat , Sebuah Kajian Monceter Dan Keuangan Syariah , Jakarta: PT Raja Grafindo Persada , 1991

Drs.Muhammadiyah Ja’far, Tuntutan praktis Ibadah Zakat Puasa dan Haji, Jakarta : Klam Mulia, 1990

Fuad Muhammad Fakruddin, Filsafah dan Hikmah Syari’at Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1968

Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal , Fiqih Puasa Dan Zakat Untuk Wanita, Jakarta: Najlas Press , 2006

Imam Al-Ghazali, Rahasia Puasa dan Zakat, Malaysia: Thinker’s Lbrary SDN. BHD, 2003

Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka , Edisi Keempat

Muhammad  Nashiruddin Al-Albani , Ringkasan Shahih Bukhari Buku 2, Jakarta: Pustaka Azzam Anggota IKAPI DKI ,2005

Muhammad Faiz Al-Math , 1100 Hadits Terpilih  Sinar Ajaran Muhammad, Jakarta: Gema Insani, 1991

Muhammad Hasbi Ash Shiddiq , Pedoman Zakat , Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2006

Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqh Lima Mazhab, Jakarta: Lentera, 2006

Nuruddin Mhd.Ali , Zakat Sebagai Instrumen Dalam Kebijakan Fiskal , Jakarta: PT Raja Grafindo  , 2006

Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baaz , Fatawa Syaikh Bin Baaz Jilid 2, Solo: At-Tibyan

Syaikh As-Sayyid sabiq, Panduan Zakat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Bogor: Pustaka Ibnu Katsir, 2005

Syaikh Sa’ad Yusuf Abdul Aziz,  101 Wasiat Rasul Untuk Wanita , Semarang: Pustaka Al-Kautsar

Syaikh Sunan Abu Daud , Seleksi Hadits Shahih Dari Kitab Sunan Abu Daud  Buku 1, Jakarta: Pustaka Azzam Anggota IKAPI DKI ,2005

Wahbah Zuhailiy, Zakat: Kajian Beberapa Mazhab, Bandung: Remaja Posda Karya, 2002

Yusuf Al-Qaradhawi , Fatwa-fatwa Kontemporer Edisi Pilihan , Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar , 2002

_____________, Hukum Zakat, Jakarta: PT. Pustaka Litera Antar Nusa , 2002

 


[1] Nuruddin Mhd.Ali , Zakat Sebagai Instrumen Dalam Kebijakan Fiskal ,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada ,  2006) , hal.1

 

[2] Ibid..hal. 1

 

[3] Qs. Al-Taubah (9) : 103

[4] Qs. Al-Taubah (9) : 34

 

[5] Imam Al-Ghazali , Rahsia Puasa dan Zakat , ( selangor : Thinker’s Library SDN.BHD , 2003 ) , hal.51

[6] Yusuf  Qardawi, Hukum Zakat, (Jakarta: PT. Pustaka Lentera Antar Nusa, 2002), hal. 118

[7] HR. Turmizi dan Daruquthni

[8] Muhammadiyah Ja’far, Tuntutan Praktis Ibadah Zakat Puasa dan Haji  Cet. Ke-2 (Jakarta : Kalam Mulia , 1990), hal.1

 

[9] Departemen Pendidikan, Kamus Dewan , Cet. Ke-2 (Malaysia: Pustaka Nasional ,2007), hal.1814

 

[0] Nuruddin M.Ali ,Op. Cit. hal. 6

 

[11] Muhammadiyah Ja’far, Op. Cit., hal.1

[12] Kamus Dewan , Op. Cit., hal.4          

 [13] Ibid , hal.699

[14] Ibid , , hal. 473

 

About these ads
By nuraminamyblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s